Mendengar Suara Tuhan

Rock, 13th March 2016.-Adapted from Preaching by Pdt. Joji Pakaila
Untuk mendengar suara Tuhan diperlukan hati yang serius dan tidak iseng-iseng. We need to be hunger for His voice. Namun dosa selalu menjadi penghalang untuk kita bertemu Tuhan karena dosa menjadi pemisah Tuhan dgn kita. Kita harus minta ampun atas dosa kita Karen Yesus telah menjadi jaminan bagi kita sehingga diperlukan respon hati kita ketika akan mendengar suara Tuhan.
Suara Tuhan membobol tembok/ menjadi pendobrak dari segala kemustahilan yg terjadi. Ketika mendengar suara Tuhan, kita mau tetap berpegang pada suara Tuhan itu.
Mat 12:33-37 “Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya  pohon itu dikenal. Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”
Apa yang kamu perkatakan itu dapat terjadi karena perkataan mengandung kuasa. Ada bobot dan kuasa jika orang benar mengeluarkan perkataan baik itu perkataan yang baik dan jahat “bibirku/perkataanku punya kuasa.”Kita terkadang sering terkecoh karena berpikir bahwa orang yang punya uang atau bahkan public figure yang punya bobot dan kuasa dalam berkata-kata sehingga mampu mempengaruhi. Namun disadari maupun tidak, anak-anak Tuhan mempunyai kuasa dalam berkata-kata. Untuk membangun perlu pengetahuan dan keahlian, tetapi untuk merusak kita tidak memerlukan pengetahuan dan keahlian. Sehingga Firman Tuhan diberikan bukan untuk merusak tetapi untuk membangun dasar yang baik melalui kata-kata kita. Kata-kata bisa menyulut pertengkaran tetapi kata-kata juga bisa memadamkan pertikaian. Kata-kata bisa membangkitkan semangat tetapi bisa juga melemahkan dan melumpuhkan semangat. Hal ini Nampak secara natural ketika kita suka memojokan atau menjatuhkan orang lain. Kita perlu belajar untuk tidak memakai perasaan dalam melihat keadaan karena KEADAAN BUKAN KEBENARAN.
Sebagai anak-anak terang, kita perlu belajar memberi penghargaan/apresiasi kepada sesama kita dibandingkan kita menjatuhkan. Kita harus hati-hati dalam berkata-kata.
Amsal 18: 21 BIS “Lidah mempunyai kuasa untuk menyelamatkan hidup atau merusaknya; orang harus menanggung akibat ucapannya”.
words-hurt
Kita akan menerima konsekuensi dari apa yg keluar dari bibir kita karena kuasa dari bibir kita dapat terjadi bagi orang lain maupun diri kita. Keadaan bukanlah kebenaran tapi kadang manusia terjebak dalam keadaan. Biarlah kita lebih memilih apa yang diperkataan Tuhan karena perkataan Tuhan menciptakan dan menghidupkan.  Terkadang orang tua suka bernubuat tentang anak-anaknya dengan mengatakan “Anak Nakal kamu” Jangan kaget para orang tua jika anak itu akan menjadi anak nakal kelak. Ketika hidup menjadi sulit janganlah perkatakan hal-hal yang sulit dan negatif. Jika kita sering melakukan hal ini, rendahkanlah diri dan mohon ampun dari Tuhan. Perkatakanlah Firman Tuhan yang menghidupkan maka firman Tuhan akan berlari di dalam hidup kita.
Hati-hati dengan masa lalu kita karena kadang ada kesombongan dalam diri. Kita akan menuai apa yg kita katakan. Jadi jangan ikat dan penjarakan dirimu dgn perkataan yg sia-sia. Sebagai contoh terkadang kita mengutuk diri kita sendiri padahal kita sudah hidup dalam kebenaran. Jgn sampai suatu saat kita menuai apa yang kita katakana. Amsal 18:20. ” Bagi kata-kata yang diucapkan ada akibat yang harus dirasakan”.
Pembangunan fisik dipengaruhi pertumbuhan rohani kita. Karena perkataan yg salah bagaikan virus yg mematikan saudara sendiri. Yak 1: 19 “Setiap orang harus cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berbicara dan lambat untuk marah”. Perkataanmu itu duniamu dan menjadi kehidupan bagimu.
Janganlah kita hidup dalam perasaan karena perasaan bisa membingungkan kita.
Mat  12: 36-37 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan , dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum. .
Seberapa bnyk perkataan yg kita ucapakn dlm 1 tahun? kita dihadapkan pada kehidupan dan kematian karena perkataan.Sadarkah kita betapa berkuasanya perkataan kita?
Dalam kisah Bilangan 14:27-28. Bangsa Israel yang bersungut-sungut kepada Musa karena mereka marah dan menghina keputusan Musa ketika mereka mereka mendengar kabar dari pengintai yang pergi ke tanah Kanaan. Hanya Kaleb dan Yosua yg berkata-kata tentang hal yang baik yang akan diberikan oleh Allah. Jangan biarkan keadaan membuat kita bersungut-sungut. Masalah adalah bagian dari kehidupan yang ada membuat kita lebih kuat dan membuat kita mengenal Allah karena masalah tidak akan dapat menaklukan kita. Pada akhirnya ketika orang Israel bersungut-sungut maka Tuhan membuat mereka generasi diatas 20 tahun akan mati dan bangsa Israel harus berputar-putar di padang gurun. Jangan biarkan masalah membuat kita tidak lulus karena kita diciptakan untuk mampu menaklukan segala masalah kita.
.Mat 12:35 “Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat
Berhati-hatilah karena apa yang diucapkan mulutmu adalah yang meluap dari hatimu.
Ketika kita acuh tak acuh dengan Firman Tuhan, kita menghidupi gaya hidup kedagingan. Jangan jadikian diri kita terutama mulut kita menjadi senjata bagi iblis. 80 % kehidupan kita dikendalikan oleh alam bawah sadar kita. Ketika yang masuk adalah yang jahat, maka hal itu yang akan membentuk hati kita. Apa yg ada dalam hatimu termanifestasi melalui kata2 dan sikap. Kita membutuhkan suara Tuhan melalui Firman-Nya untuk bisa menempel dalam hidup kita sehingga Firman akan terpupuk dan dapat merestorasi kehidupan kita yang menjadi kebenaran yang memerdekakan.Jangan sekedar kita memperkatakan apa yang terjadi, tetapi perkatakanlah apa yang akan terjadi.
Yesaya 55: 11 “demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya”.
Firman Tuhan yang keluar dari mulut Tuhan adalah iya dan amin. Karena Tuhan bukan manusia..yg berjanji dan kemudian berdusta. Tuhan berjanji masa depan kita pasti dan gilang gemilang karena kita adalah ciptaan-Nya yang diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan.
Akhir kata, apa yg keluar dari bibir mulut kita dg benar tidak akan sia-sia.kita akan mempertanggung- jawabkan perkataan kita. Mari memilih untuk memperkatakan hal yg baik..perkatakan janji Tuhan yang membawa kehidupan, karena suara Tuhan adalah pendobrak bagi hidup kita. Karena dari perkataan kita menciptakan dunia dan kehidupan kita.
mouth

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s